Thursday, October 27, 2011

Mencari Ketenangan Di Dalam Hidup.


Saje nak berkongsi dgn sahabat2 semua...satu email yang menarik kepada sahabat2 Langit Ilahi drpd Hilal Asyraf...selamat membaca... (sebab mengenai ketenangan yg sume inginkan)...jom!

Khas Daripada Hilal Asyraf: Mencari Ketenangan Di Dalam Hidup.

Assalamu'alaikum.
Apa khabar?

Semoga anda berada dalam rahmat dan maghfirah Allah SWT. Saya sentiasa berharap, agar diri saya dan anda, sama-sama berusaha keras untuk hidup di dalam batasan yang disyariatkan olehNya, dan berusaha untuk menjauhi larangan-laranganNya. Marilah kita menjadi hamba yang sebenar-benarnya.

Email kali ini, saya suka mengingatkan diri saya dan anda berkenaan ketenangan.

Ketenangan.
Satu kalimah yang dicari semua.
Kayalah sekaya mana, kalau hati tidak tenang segala harta seperti tiada makna.
Berkahwinlah dengan lelaki/perempuan idaman mana sekalipun, kalau jiwa tidak senang maka segalanya seperti sia-sia.
Persoalan, di manakah hendak kita jumpai ketenangan ini?

Saya ada terjumpa satu bicara yang amat indah sekali,

"Di dalam hati ada kekosongan,
yang tidak akan terisi melainkan dengan merapat kepada Ilahi.
Di dalam hati ada kegelisahan,
yang tidak akan dapat ditenangkan melainkan dengan Ilahi.
Di dalam hati ada kerisauan,
yang tidak akan dapat diselesaikan, melainkan dengan Ilahi."

Ya.
Ketenangan itu ada pada Ilahi. Ketika kita merapat kepadaNya. Ketika kita melakukan amal-amal kebaikan yang diarahkan olehNya, ikhlas keranaNya.

"Ketahuilah dengan mengingati Allah itu, hati-hati akan menjadi tenang." Surah Ar-Ra'd ayat 28.

Maka kita, yang mempunyai hati-hati dan jiwa-jiwa yang gelisah ini, kita memandang semula ke dalam kehidupan. Kita isi kehidupan dengan apa? Ketaatan kepadaNya? Atau kemaksiatan yang bermaharaja lela?

Dan sesungguhnya, mereka yang bersolat, membaca al-quran, bersedekah, tetapi masih lagi juga melakukan maksiat kepadaNya, tetap tidak akan mampu meraih ketenangan jiwa. Kerana dosa ibarat titik hitam di dalam hati, dan dosa akan memberikan rasa tidak senang ke dalam diri. Buat kebaikan, dosa itu terpadam, namun buat lagi dosa, bintik hitam muncul semula membawa kelam.

Maka solusi ketenangan hati yang utama adalah, mendekati Ilahi dan menjauhi laranganNya.

Sudah berapa tahun umur kita ketika kita membaca email ini? Ketika saya menulis email ini?
Saya sudah berumur 22 tahun.
Anda?
Dan kita soal diri kita bersama-sama,
sampai bila kita hendak hidup dalam kemaksiatan kepadaNya? Dengan jiwa yang risau dan galau, dengan hati yang tidak tenang dan tidak senang. Sampai bila?

"Belum sampaikah lagi masanya bagi orang-orang yang beriman, untuk khusyuk hati mereka mematuhi peringatan dan pengajaran Allah serta mematuhi kebenaran (Al-Quran) yang diturunkan (kepada mereka)? Dan janganlah pula mereka menjadi seperti orang-orang yang telah diberikan Kitab sebelum mereka, setelah orang-orang itu melalui masa yang lanjut maka hati mereka menjadi keras, dan banyak di antaranya orang-orang yang fasik - derhaka." Surah Al-Hadid ayat 16.

Mari kita sama-sama muhasabah.
Mencapai ketenangan jiwa biar diri menjadi gagah.

Mari Menjadi Hamba!


~ seorang hamba,
Hilal Asyraf

Moga2 setiap yg membaca dapat manfaatnya...:)


0 suara pembaca:

Post a Comment

Sila tinggalkan pandangan anda kepada saya. Semoga menyumbang kepada penambahbaikan dan membantu saya sentiasa bersemangat!! Syukran. (^_^)